Postingan

Uang Panas Kuras Anggaran Negara RI

Depok, 27 Desember 2010 Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia Uang rakyat sebesar Rp 30 tilyun melayang sia-sia karena masuknya uang panas asing. BI mengalami negative spread karena membeli valas dengan bunga 6,5 persen. Inilah aksi kriminal yang sesungguhnya! Jika modal BI makin tipis akibat bea Sterilisasi Moneter untuk meredam dampak negatif uang pasan terhadap perekonomian domestik, pemerintah melalui anggaran negara (APBN) harus menambah modal bank sentral. Bila tidak, rupiah akan terjun bebas nilainya di pasar valas. Arus masuk dana asing spekulatif dan berjangka pendek yang kian deras, membengkakkan defisit neraca Bank Indonesia dan menipiskan modal bank sentral akibat naiknya biaya sterilisasi moneter tersebut. Ini berarti rakyatlah yang harus menanggung beban, karena kalahnya pertahanan BI untuk menjaga nilai rupiah dari gempuran spekulan valas melalui Hot Money. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa dalam pertarungan antara spekulan valas melawan bank sentral negara manapu...

WikiLeaks: China Berencana Sekulerkan Muslim RI

Beijing - WikiLeaks merilis sebuah kawat rahasia Kedubes AS di Beijing yang berisi pertemuan Kemlu China dan AS. Dalam kawat disebutkan China berencana untuk membuat umat Muslim Indonesia menjadi sekuler. WikiLeaks seperti dilansir dari situsnya, Rabu (15/12/2010), merilis sebuah kawat rahasia dari Kedubes AS di Beijing tertanggal 5 Maret 2007 dengan kode referensi Beijing 1448. Saat itu dilakukan pertemuan antara Wakil Menlu China Cui Tiankai dan Dirjen Urusan Asia Kemlu China Hu Zhengyue, dengan pejabat Kemlu AS Eric John. Pertemuan mereka untuk membahas sejumlah negara Asean. Indonesia termasuk mendapat porsi utama. John bertanya pada Hu, bagaimana pemerintah China melihat pemerintah Indonesia yang sekarang. Menurut Hu, China memantau betapa ada peningkatan gesekan antar etnis dan agama di Indonesia. Pemerintah China pun ingin mendorong sekularisasi muslim di Indonesia. "Beijing ingin mempromosikan Islam sekuler di Indonesia," kata Hu kepada John. Bagaimana car...

Menyerap Tuhan

Saya ingat, saat memilih jurusan Aqidah Filsafat di Universitas Islam Negeri (dulu Institut Agama Islam Negeri)Bandung tahun 1993 lalu. Saat itu, keinginan saya hanya satu, menjadi seorang pemikir dengan segudang teori dan metode analisis. Saya pun memasuki alam baru yang mengajarkan kita untuk kritis, radikal, dan sistematis. Retorika bahasa pun begitu kokoh, argumentasi logis menjadi andalan. Seiring dengan waktu, saya pun berkenalan dengan Plato, Aristoteles, Socrates, Rene' Descartes, Immanuel Kant, sampai filosof revolusioner Hegel, hingga Karl Marx. Pemikiran para tokoh2 itu begitu deras menerpa langit-langit di kepala. Benteng di dada ini bergemuruh,ingin menjadi seperti mereka yang bisa mengubah dunia. Buku-buku pun dilalap habis. Diskusi menjadi ajang paling menentukan, terutama adu kepala dan logika. Begitulah saat berkenalan dengan Muhammad Iqbal, seorang filosof, penyair, dan negarawan Paksitan, saya baru terenyuh. Ketika saya jatuh cinta padanya, runtuhlah filsafat...

Emas dan Perak, Simbol Perlawanan terhadap Dollar Cs

Akibat gejolak politik yang berawal dari kepentingan ekonomi, pada 1913 para bankers AS menyatakan telah terjadi kekurangan mata uang di Amerika. Oleh sebab itu, pemerintah Amerika tidak bisa menerbitkan mata uang lagi karena semua emas cadangannya telah terpakai. Agar ada tambahan sirkulasi uang, sekelompok orang kemudian mendirikan satu bank yang dinamakan “The Federal Reserve Bank of New York”, yang kemudian menjual stock yang dimiliki dan dibeli oleh mereka sendiri senilai US$ 450. 000. 000 melalui bank-bank: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam (Keluarga Warburg mengontrol German Reichsbank bersama Keluarga Rothschild), Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, serta Kuhn & Loeb Bank of New York. Karena bank-bank tersebut mempunyai cadangan emas yang besar, maka bank tersebut dapa...

Kematian adalah kepastian, tapi penyebab kematian itu yang harus dicari

Bukankah kematian itu sebuah kepastian? Ya, kematian bukanlah sesuatu yang dipertanyakan. Siapa pun pasti akan mengalami kematian. Baik politisi, pedagang, profesional, teknokrat, presiden, pengemis, dan semua orang yang memiliki status sosial yang disandangnya. Begitu juga Wartawan, dia akan mati. Tapi ada apa dengan kematian, selalu saja diributkan orang. Kematian memang kepastian. Tapi, penyebab kematian menjadi masalah bagi orang-orang yang hidup. Tentu bukan karena yang mati akan hidup lagi, atau sekadar mencari alasan tentang kematian, tapi persoalan pada status hukum orang yang mati. Entah mati karena sakit, kecelakaan, dicelakai, atau mencelakai sendiri atau bunuh diri. Status ini menjadi catatan bagi orang-orang hidup, karena akan menjadi pengalaman bagi mereka. Kasus kematian Ridwan Salamun Wartawan Sun TV baru-baru ini. Kematiannya diujung tombak dan parang saat tengah bekerja meliput konflik antar desa di Desa Fiditan, Kota Tual, Maluku, menjadi masalah bagi kalangan...

Pileuleuyan Kang Ibing

Kamis malam (19/8), ada sms dari teman yang istrinya bekerja sebagai perawat di RS Al-Islam, Soekarno-Hatta, Bandung. Isinya, "Kang Ibing meninggal dunia, sekarang masih di RS Al-Islam". Sontak perasaanku persis saat ada kabar bapakku meninggal tahun lalu. Lalu, sms itu aku forward ke temen-temen lain, berharap nantinya berita update datang dari temen-temen yang liputan di RS Al-Islam. Kang Ibing, di mata saya adalah orang yang benar-benar memiliki jati diri sebagai seorang Sunda. Meski sarjana Sastra Rusia di Unpad, namun kekhasan sebagai artis Sunda sudah mengental dengan dirinya. Dimulai sebagai anggota grup lawak De'Kabayans, pria yang bernama Rd Haji Aang Kusmayatna Kusumadinata terus tak bisa mewadahi daya kreatifnya. Elan vital sebagai seniman merambah ke dunia akting. Beberapa filmografi antara lain Kabayan (1975) Ateng The Godfather (1976), Bang Kojak (1978), Boss Carmad (1990), Komar Si Glen Kemon Mudik (1990), Warisan Terlarang (1980) (wikipedia-pen), Di Sana...

Provokator

Munculnya akun FB yang menghina Nabi, bukanlah barang baru. Sejak jaman Nabi Muhammad SAW masih hidup, nabi kerap dituduh gila. Hingga dalam beberapa ayat dalam Alquran, Allah sendiri yang membantahnya. Sedangkan waktu, menjadi bukti, Nabi Muhammad adalah Al Amin, orang yang dipercaya. Julukan ini ternyata bukan saat Muhammad menjadi Rasulullah, malah saat masih muda dan pedagang. Tidak mungkin orang-orang kuffar itu mengubah seorang yang dipercaya, menjadi tidak dipercaya karena dia menjadi nabi. Kata-kata Nabi dan Babi, sungguh menyinggung perasaan dan keimanan kita. Mudah-mudahan rasa marah kita ini menjadi salah satu ciri keimanan kita, seperti dalam hadist nabi, tidak beriman seseorang jika belum mencintai Alloh dan Rasul melebihi kecintaan pada ashabiyah (keluarga/keturunan) dan hartanya (alhadist). Marah, penghulu kita dihina dina, dan diposisikan tidak terhormat. Tentu kita bertanya, Apa maksudnya mereka melakukan itu? Apa keinginan mereka untuk menghina nabi, yang memang tid...